Aku Suka Air

Bulan kemarin, alhamdulillah, banyak sekali tanggal merah dan hari libur yang bukan tanggal merah seperti libur Pilkada dan juga libur karena kelas 12 sedang menempuh ujian nasional. Di hari libur kemarin, gue menyempatkan waktu untuk berlibur. Bukan sempetin waktu sih, emang udah direncanain aja dari kemarin-kemarin kalo mau pergi.

Pertama, gue pergi ke pantai yang ada di Banten, yaitu Pantai Anyer. Jujur, gue gak tau tepatnya Pantai Anyer itu dimana tapi setahu gue, sepanjang Banten bagian utara itu adalah Pantai Anyer dan Pantai Carita. Ya, ada dua pantai itu. Gak tau perbatasannya dimana.

Gue kesana bersama keluarga besar gue karena itu adalah acara keluarga besar. Tepatnya gue kesana hari Jumat, 14 April 2017. Btw, di hari sebelumnya gue diwawancara loh. Kalo belum tahu, bisa cek aja di postingan gue sebelum ini. #PromoDadakan

Dari rumah, gue berangkat sebelum matahari hadir menyinari Jakarta menuju ke titik kumpul, yaitu di rumah saudara gue. Sesampainya disana, gue pun langsung menghampiri saudara-saudara gue yang ada dan setelah semua saudara gue yang ikut berkumpul, kami pun langsung berangkat menuju ke Anyer.

Di perjalanan, mobil gue sepi karena hanya keluarga gue saja yang ada. Ada juga dua orang anak, yaitu anak dari saudara gue yang gak tahu kenapa mau nya naik di mobil gue. Saran gue, ketika kalian semua mau ke Anyer dari Jakarta, berangkat pagi aja. Kalo bisa sih maksimal pukul 7 pagi karena kalo siang-siang pasti macet.

Perjalanan pun ditempuh cukup singkat, yaitu sekitar 3 jam. Sesampainya disana gue langsung mengelilingi villa dimana nantinya tempat gue dan keluarga gue tidur. Satu pertanyaan yang ada di kepala gue saat itu adalah: Apakah keluarga gue semuanya muat tidur di villa ini?

Setelah melihat villa, gue langsung melihat kolam renang dan langsung melihat pantai. Jujur, gak tau kenapa sejak saat itu gue jadi suka sama yang namanya air kecuali air seni dan air mani. Entah itu air kolam renang, air pantai, air putih merk aqua. #LAH. Pokoknya gue suka air dan jadi pengen buru-buru untuk bermain air. Tapi, karena waktu itu hari Jumat, gue pun harus soljum (Shalat Jum’at) dulu baru boleh bermain air.

Soljum pun selesai, gue makan terlebih dahulu supaya gak laper, langsung deh nyebur ke kolam renang. Bosan di kolam renang, gue pun langsung pergi ke pantai. Awalnya keberanian gue menurun untuk menuju ke pantai tetapi lama kelamaan jadi terbiasa. Dan gue jadi lebih menyukai air.

Malam harinya, gue dan keluarga gue mengadakan barbeque. Selesai barbeque, waktunya jam tidur. Tapi, gue dan saudara gue sebelum tidur bermain kartu remi terlebih dahulu. Itu loh, yang ada Jack, Queen, King, As, Poker dan lain-lain. Yang awalnya gue buta terhadap kartu itu, lalu menjadi bisa melihat dan cukup jernih penglihatannya.

Keesokan harinya, gue berenang lagi. Waktu berenang gue pun kepotong karena waktu sarapan. Setelah selesai sarapan, langsung berenang lagi. Pokoknya, hobi gue di tempat itu adalah berenang, berenang dan berenang. Tapi, gue lebih suka berenang di pantai karena lebih asyik untuk bermain ombak.

Waktu pulang pun hadir, gue dan keluarga gue pun pulang dengan gue yang membawa warna kulit yang lebih hitam. Dari yang hitam b aja jadi hitam naujubileh. Itu lah cerita gue bersama keluarga gue di Pantai Anyer yang intinya adalah gue main bersama satu zat yang sampai sekarang bingung terbuat dari apa, yaitu: air.

Kedua, gue liburan bareng temen-temen gue. Jadi, beberapa waktu yang lalu, temen gue ada yang ulang tahun. Karena anak dari keturunan orang kaya, acara ulang tahunnya pun dirayakan di salah satu villa di Puncak, Bogor. Yang ikut kesana ada sekitar 11 anak.

Disana, gue belajar memanah bersama ayah dari temen gue yang sedang ulang tahun. Kami semua pun mencoba memanah dan ternyata memanah itu asyik. Selain memanah, kegiatan yang dilakukan disana seperti kebanyakan orang ketika di puncak, istirahat, leyeh-leyeh, bakar jagung dan lain-lain. Oh iya, di villa itu gue dan teman-teman gue yang lain menginap.

Ini adalah Curug 7 Cilember. Lo pasti tahu lah, gue yang mana. Bukan, bukan yang paling kanan yang lagi foto.

Keesokan harinya, gue dan teman-teman gue pun ke Curug Cilember karena lokasi villa tak jauh dari curug itu. Di perjalanan gue pun berifikir, sepertinya gue pernah denger kata-kata ‘Curug Cilember’. Ya, gue denger kata-kata itu dari mantan gue. Mantan gue pernah ke curug itu bersama teman-teman sekolahnya. Gue pun disana jadi malah inget-inget kenangan sama mantan. Tapi, sekarang hal itu semua udah gak kejadian lagi. Sedih emang kalo mengingat kejadian yang pernah dilakukan bersama orang yang dulu sangat dekat sekarang sangat tidak dekat.

Bentar, gue jadi inget mantan nulis ini.

*duduk*

*bengong*

*berdiri*

*ambil minum*

*duduk lagi*

*mulai ngetik lagi*

Karena gue mulai suka air, gue pun langsung mulai mandi di Curug 7 Cilember. Tempat dimana mantan gue pernah ngasih tahu kalo dia lagi disana. Awalnya, gue dan teman-teman gue ke Curug 5 Cilember tetapi karena disana sepi dan tak ada yang mandi atau berenang, kami pun turun ke Curug 7 Cilember.

Gue pun pulang dengan perasaan senang karena ada pengalaman baru, bermain air yang dimiliki oleh alam. Gue pun berniat untuk jalan-jalan lagi entah itu ke pantai atau ke curug atau air terjun. Pokoknya, tempatnya itu ada air yang dimiliki oleh alam. Main bersama alam itu seru, tapi jangan lupa kita harus menjaga itu.

See you next trip!

Comments

  1. Ke sonoan dikit uda Pantai Tanjung Lesung, Ham. Tapi terakhir ke sana agak jorok sik :(

    Hmm.. Kalok Air Susu Ibu sukak gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya itu deket sama tempat gue nginep, deh.

      Yakali gak suka. :D

      Delete

Post a Comment