Gak Jadi Merosot

Hari ini, gue masih libur karena kelas 12 SMA sedang menikmati ibadah bersama, yaitu Ujian Nasional Berbasis Komputer atau yang biasa disingkat UNBK. Intinya sih, itu adalah ujian. Ngerjain soal. Hoki-hokian kalo gak tau jawabannya.

Karena libur, gue mau ceritain liburan pertama gue. Liburan pertama gue itu adalah ke acara #TegukMerosot yang ada di Rasuna Said deket Epicentrum Walk pada hari Minggu kemarin. Gue kesana karena setelah gue liat di instagram, acaranya adalah main perosotan tapi perosotannya panjang. Keliatannya seru, makanya gue coba untuk kesana.

Beberapa hari sebelumnya, gue rela ke Plaza Festival untuk mengikuti kompetisi foto atau videonya karena ada hadiah utama, yaitu iPhone 7 dan Action Cam. Gue pun foto di photo booth yang ada di Plaza Festival malam-malam sepulang sekolah. Tak sendirian, gue ajak temen gue, kita panggil saja, Al. Al membawa peralatan renang supaya totalitas saat foto. Gue pun juga mengenakan alat-alat itu. Setelah selesai foto, kami mendapatkan sebuah tas serut dan kaos agar nanti pas hari H bisa langsung masuk ke acara. Lalu kita pun pulang ke rumah ditemani macetnya Jakarta.

Sesampainya di tempat acara kemarin, gue langsung registrasi lalu masuk ke area acara itu. Setelah dilihat, gue cukup kecewa karena gue kira perosotannya itu sama kayak yang di-share di instagram oleh penyelenggara. Kalo perosotan yang gue liat di instagram ada banyak, sedangkan kemarin cuma ada satu perosotan aja dan antriannya itu ebuset, kayak antri minyak beberapa tahun lalu sebelum adanya gas untuk memasak.

Jujur, gue kecewa karena gue gak bisa nyoba perosotan itu dan gue juga kecewa karena gue gak menang kompetisi yang diadakan oleh penyelenggara. Padahal, gue lagi butuh kamera untuk foto-foto supaya di blog ini gak cuma tulisan aja. Seandainya di blog ini beberapa waktu ke depan masih tulisan aja, berarti gue belum ada alat untuk mengambil gambar karena kamera handphone gue sekarang eror. Seandainya ada gambar, berarti itu gambarnya ambil dari google atau minta dari orang lain. Ya, akan gue sertakan sumber gambar yang gue masukan kalo bukan milik gue karena itu bukan hak gue. Gue laki-laki jadi, ya, wajar aja kalo gak punya hak karena hak biasanya untuk ibu-ibu pergi ke kondangan.

Walaupun kecewa karena gak bisa nyobain perosotan dan gak menang, gue tetep senang sedikit karena mendapatkan Voucher MAP sejumlah Rp. 100.000,-. Lumayan lah. Saran gue untuk ke depannya, semoga penyelenggara bisa membuat perosotan yang lebih dari satu agar antriannya gak panjang.

Kemarin juga gue ajak saudara gue untuk ikut karena dia juga gue kasih liat video perosotannya yang di instagram dan mau coba main perosotan yang panjang se-Indonesia itu. Namanya Naufal biasa dipanggil Fal. Dia dengan sok bilang gini ketika lagi ngantre panjang, “Mending gue ke kolam renang yang ada perosotan panjangnya daripada antre disini.”. Lalu kita pun keluar dari antrean karena kelamaan.

Comments

  1. Sayang bgt gak ada gambarnya yaa. Seru kayaknya main perosotan

    ReplyDelete
  2. Hmm, kalo gak ada gambarnya emang jadi gimana gitu. Mau gak mau lu kudu deskripsiin visualnya. :)

    Syukuri aja masih bisa dapet voucher. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, seharusnya gitu. Deskripsi secara rinci.

      Alhamdulillah. :)

      Delete

Post a Comment